Jumat, 28 November 2008

Enjoy West Zava !!!!!!!!!!

Pantai Indah Pangandaran

Pintu Gerbang Objek Wisata PangandaranObjek wisata yang merupakan primadona pantai di Jawa Barat ini terletak di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran dengan jarak ± 92 km arah selatan kota Ciamis, memiliki berbagai keistimewaan seperti:

  • Dapat melihat terbit dan tenggelamnya matahari dari satu tempat yang sama

* Pantainya landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama
sehingga memungkinkan kita untuk berenang dengan aman
Pasir Putih

* Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih

* Tersedia tim penyelamat wisata pantai

* Jalan lingkungan yang beraspal mulus dengan
penerangan jalan yang memadai

Terdapat taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona.

Perahu Nelayan PangandaranDengan adanya faktok-faktor penunjang tadi, maka wisatawan yang datang di Pangandaran dapat melakukan kegiatan yang beraneka ragam: berenang, berperahu pesiar, memancing, keliling dengan sepeda, para sailing, jet ski dan lain-lain.

Adapun acara tradisional yang terdapat di sini adalah Hajat Laut, yakni upacara yang dilakukan nelayan di Pangandaran sebagai perwujudan rasa terima kasih mereka terhadap kemurahan Tuhan YME dengan cara melarung sesajen ke laut lepas. Acara ini biasa dilaksanakan pada tiap-tiap bulan Muharam, dengan mengambil tempat di Pantai Timur Pangandaran.

Pesta Hajat LautEvent pariwisata bertaraf internasional yang selalu dilaksanakan di sini adalah Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite Festival) dengan berbagai kegiatan pendukungnya yang bisa kita saksikan pada tiap bulan Juni atau Juli.

Fasilitas yang tersedia:
Sudut lain Pantai Pangandaran1. Lapang parkir yang
cukup luas,
2. Hotel, restoran, penginapan, pondok wisata dengan
tarif bervariasi,
3. Pelayanan pos, telekomunikasi dan money changer,
4. Gedung bioskop, diskotik
5. Pramuwisata dan Pusat Informasi Pariwisata,
6. Bumi perkemahan,
7. Sepeda dan ban renang sewaan,
8. Parasailing dan jetski.
.


Pantai Batu Hiu

Pantai Batu HiuTerletak di Desa Ciliang Kecamatan Parigi, ± 14 km dari Pangandaran ke arah Selatan. Memiliki panorama alam yang sangat indah. Dari atas bukit kecil yang ditumbuhi pohon-pohon Pandan Wong, kita menyaksikan birunya Samudra Indonesia dengan deburan ombaknya yang menggulung putih.

Sekitar 200 meter dari pinggir pantai terdapat seonggok batu karang yang menyerupai ikan hiu, karena itulah tempat ini dinamakan Batu Hiu.

Hembusan angin pantai menemani kita saat melepaskan pandangan ke arah samudra atau hamparan pantai sebelah timur yang terbentang hingga Pangandaran.

Anda dapat menikmati suasa alam pantai dengan berjalan-jalan di bukit yang teduh atau duduk santai bersama keluarga.

Sungguhpun Anda tidak dapat berenang karena ombaknya yang cukup besar, Anda masih bisa berjalan-jalan di pantai menikmati simbahan busa butih yang datang bersama debur ombak Batuhiu.

Jangan lupa untuk membawa cinderamata sebagai oleh-oleh bagi keluarga di rumah yang bisa Anda dapatkan di Batuhiu.





Cukang Taneuh (Green Canyon)

Cukang Taneuh (Green Canyon)Green Canyon nama aslinya adalah Cukang Taneuh, terletak di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang, ± 31 km dari Pangandaran.

Objek wisata ini merupakan aliran sungai Cijulang yang menembus gua dengan stalaktif dan stalaknit yang mempesona serta diapit oleh dua bukit dengan bebatuan dan rimbunnya pepohonan menyajikan atraksi alam yang yang khas dan menantang.

Di mulut gua terdapat air terjun Palatar sehingga suasana di objek wisata ini terasa begitu sejuk. Kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya panjat tebing (rock climbing), berenang, bersampan sambil memancing.

Untuk mencapai lokasi ini wisatawan dapat menggunakan perahu yang banyak tersedia di Dermaga Ciseureuh, baik perahu tempel maupun perahu kayuh.

Objek wisata ini berdekatan degan objek wisata Batukaras serta Lapangan Terbang Nusawiru.



Cagar Alam Pananjung

Cagar Alam PananjungCagar alam seluar ± 530 hektar, yang diantaranya termasuk wisata seluas 37,70 hektar berada dalam pengelolaan SBKSDA Jawa Barat II. Memiliki berbagai flora dan fauna langka seperti Bunga Raflesia Padma, Banteng, Rusa dan berbagai jenis Kera.

Selain itu, terdapat pula gua-gua alam dan gua buatan seperti: Gua Panggung, Gua Parat, Gua Sumur Mudal, Gua Lanang, gua Jepang serta sumber air Rengganis dan Pantai Pasir Putih dengan Taman Lautnya.

Untuk Taman Wisata Alam (TWA) dikelola Perum Perhutani Ciamis.





Rencana Event Kepariwisataan

No. Jenis Kegiatan Waktu Tempat (Objek Wisata) Uraian Kegiatan
1 Pergelaran Kesenian Tradisional Setiap malam minggu Panggung Terbuka Pasar Wisata Pangandaran Mempergelarkan kesenian tradisional
2 Hajat Laut Maret Pangandaran, Batu Karas Penyelenggaraan Upacara Tradisional masyarakat nelayan
3 Ngabuku Taun Maret Cukang Taneuh (Green Canyon) Penyelenggaraan Upacara Tradisional masyarakat nelayan
4 Nyiar Lumar Juni Astana Gede Kawali
5 Nyangku Juni Situ Lengkong Panjalu Prosesi adat, penghargaan kepada leluhur Panjalu
6 Pesta Seni Tradisional Juni Ciamis Pertunjukan seni budaya daerah dalam rangka Hari Jadi Ciamis
7 Lomba Dayung Juli Situ Lengkong Panjalu Menambah daya tarik wisata dan memasyarakatkan olahraga dayung
8 Festival Layang-layang (Pangandaran Kite Festival) Juli Pangadaran Diikuti oleh pelayang dari dalam dan luar negeri
9 Helaran dan Pentas Seni Tradisional Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
10 Kontes Ikan Lau Han Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
11 Tamiya Race on the Beach Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
12 Festival Band Pelajar dan Parade Band Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
13 Pemilihan Putra Putri Wisata Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
14 Kontes Burung Berkicau Juli Karangkamulyan Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
15 Kontes Ketangkasan Domba Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
16 Gebyar Vespa Mania Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
17 Lomba Lukis dan Mewarnai Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
18 Fox Hunting ORARI Juli Pangandaran Kegiatan pendukung Festival Layang-layang
19 Karnaval Perahu Hias Agustus Sepanjang Sungai Cijulang Cukang Taneuh Karnaval perahu menampilkan perahu-perahu hias dari berbagai jenis
20 Lomba Mancing September Manjingklak, Batuhiu Lomba dengan berbagai kriteria seperti ikan terberat, terbanyak
21 Wisata Lintas Alam Oktober Ciamis, Bandung Menyusuri pantai selatan melewati rel, terowongan kereta api, hutan dll.
22 Off Road Oktober Pangandaran Memilih Off Roader handal memperkenalkan objek wisata








Pantai Ujung Genteng

Terletak +/- 120km dari kota sukabumi, Ujunggenteng memang merupakan objek wisata yang cukup menarik. Pantainya yang masih bersih dan alami memiliki pesona tersendiri untuk dikunjungi. Pada beberapa bagian pantai terdapat area yang cocok untuk bermain atau sekedar berendam dilaut. Hal ini disebabkan kedalamannya hanya sepangkal paha saat laut pasang dan bila sedang surut hanya sekitar sebetis kaki dan yang lebih menarik lagi tidak ada ombaknya tapi hanya arus pelan yang bergeser dari kanan kekiri.
Disana terdapat pula dermaga bekas peninggalan belanda yang kalau diperhatikan sudah cukup tua umurnya dan sekarang sudah tinggal sisa puingnya saja. Sejarahnya pun masyarakat kurang begitu tahu dengan jelas.

Kearah timur dari ujung genteng terdapat pula lokasi pelelangan ikan, yang cukup ramai dipagi hari antara jam 5-9 pagi. Berbagai jenis ikan hasil tangkapan nelayan yang telah semalaman melaut diperjual belikan disana dengan harga yang tentunya jauh lebih murah dan lebih segar.

Pangumbahan, nampaknya merupakan objek wisata yang cukup unik dikawasan ini. Melihat penyu bertelur ditepi pantai saat malam hari jelas merupakan even yang langka bagi sebagian orang dan tidak semua objek wisata pantai memilikinya. Penyu yang bertelur dikawasan ini merupakan jenis penyu hijau yang merupakan binatang yang hidup di air laut. Penyu hijau dapat berkembang sampai mencapai lebih dari 1 meter panjangnya, lebih dari 200 kg beratnya dan hidup lebih dari 100 tahun. Sebelum penyu mulai bertelur disarankan agar tidak menimbulkan kegaduhan atau keributan, dan juga disarankan tidak membawa penerangan dalam bentuk apapun karena hal ini bisa menjadikan sang penyu enggan bertelur dan kembali lagi ke arah laut. Begitu telur mulai dikeluarkan barulah kita bisa mendekat dan mengamatinya dengan menggunakan senter atau alat penerangan lain. Nampaknya bila penyu sudah mulai mengeluarkan telurnya, akan mengalami kesukaran untuk menghentikannya, dan jumlah telur yang dikeluarkan dari seekor penyu hijau bisa mencapai 200 butir.

Muara Cipanarikan, merupakan salah satu objek wisata lain yang menarik di ujung genteng. Muara ini merupakan tempat bertemunya sungai cipanarikan dengan laut. Sungai Cipanarikan membentuk alur membelok terlebih dahulu sebelum masuk kelaut, sehingga terbentuk hamparan pasir yang cukup luas dengan bentuk pasir yang sangat halus, sangat cocok sebagai tempat bermain pasir bagi anak-anak. Dimuara ini banyak pula binatang seperti kepiting, belibis, biawak dan ikan-ikan muara. Bila kita menelusuri sisi pantainya banyak pula dijumpai ikan-ikan hias khas warna-warni ikan air laut yang berenang bebas disela-sela karang. Disamping itu kerang-kerang pantai yang ada dilokasi ini banyak memiliki bentuk yang masih utuh dan bagus/cemerlang warna-warnanya.

Ombak Tujuh, terletak sekitar 15 Km dari pangumbahan yang bisa ditempuh dengan perjalanann jalan kaki selama 3-4 jam. Lokasi ini merupakan kawasan favorite bagi wisatawan mancanegara untuk olahraga selancar. Sebutan ombak tujuh menurut penduduk karena ombaknya selalu berurutan tujuh ombak dan selalu besar-besar. Disekitar ombak tujuh ada beberpa pulau kecil, pantainya sangat alami, banyak karang-karang kecil, Rata-rata orang yang berselancar menggunakan motor ojek untuk sampai kesana dan bila musim hujan tidak ada yang bisa kesana kecuali jalan kaki.

Cibuaya, Lokasi yang cocok untuk berendam atau berenang karena merupakan cekungan pantai yang memiliki kedalaman yang bervariasi, dari mulai 0,5 meter sampai 6 meter. Didalamnya juga terdapat trumbu karang yang indah. Lokasinya sangat cocok untuk menikmati matahari sore, juga memiliki air laut yang cukup bersih & jernih. Terkadang bila musim ikan kakap atau krapu, cibuaya merupakan tempat ideal untuk memancing.

Disamping objek wisata alam, Ujunggenteng juga memiliki objek wisata dalam bentuk proses pembuatan gula kelapa oleh masyarakat setempat. Pembuatannya sederhana sekali yakni dengan memanfaatkan perkebunan kelapa luas, para penduduk memasang bokor untuk menampung cairan dari kembang kelapa lalu di kumpulkan dan dimasak dikuali lalu dicetak dengan potongan bambu yang ukurannya lebih besar dari ukuran gula kelapa yang ada di pasaran.

Secara keseluruhan masih ada beberapa tempat yang belum terjamah yang memiliki tempat yang indah. Meskipun demikian, kawasan wisata Ujunggenteng juga memiliki tempat penginapan dengan tarif mulai dari 75.000 hingga 350.000 rupiah. Sebagai catatan: didaerah ujung genteng masih ada malaria, mungkin dikarenakan area ini bersebelahan dengan hutan lindung, jadi bila akan berkunjung kesana ada baiknya membawa pil kina, juga makanan dan minuman ada baiknya kita bawa sendiri karena disana masih tergolong daerah pesisir yang kurang berkembang pariwisatanya.


Curug Nangka, merupakan salah satu curug andalan Kabupaten Bogor disamping Curug Luhur dan Curug Cilember. Hal ini dapat terlihat dari foto-foto peta wisata yang menampilkannya dan disandingkan dengan kedua curug tersebut pada pintu masuk kelokasi.

Menuju kelokasi Curug Nangka bukanlah hal yang sulit, jalan yang beraspal meskipun kecil namun mulus mengakibatkan kendaraan bergardan rendahpun sah-sah aja dibawa menuju lokasi ini. Sarana angkutan umum juga tersedia, namun itu berarti butuh tenaga ekstra lagi untuk berjalan dari lokasi pemberhentian angkutan umum ke lokasi wisata ini. Dari papan penunjuk lokasi wisata Curug Nangka terlhat bahwa ada curug lain yang terletak berdekatan dengan curug ini, yang dinamakan Curug Kawung. Disamping itu, terdapat pula bumi perkemahan yang sering digunakan oleh para pencinta alam menghabiskan malam-malamnya dengan mendirikan tenda-tenda beserta api unggun.

Letak Curug Nangka itu sendiri tidaklah terlalu jauh dari pintu masuk, namun lokasi-nya yang cukup tersembunyi, bisa dimungkinkan terlewatkan saat dikunjungi. Pada kunjungan awal di musim hujan, penulis sendiri menyangka telah mengunjungi dan melihat Curug Nangka, padahal air terjun yang telah penulis lihat sebenarnya adalah Curug Kawung. Lokasi Curug Kawung ini terletak dibagian hulu dari Curug Nangka. Perjalanan menuju Curug Kawung cukup melelahkan karena selain licin oleh hujan atau lembab juga jalan setapak yang dilalui memiliki kontur naik-turun. Meskipun demikian Curug Kawung terletak dilokasi yang cukup terbuka sehingga lebih aman bila sewaktu-waktu terjadi air bah.

Berbeda dengan Curug Kawung, lokasi Curug Nangka bisa dikatakan berada dalam lembah yang curam dan dibatasi tebing-tebing yang tinggi yang tentunya bila sewaktu-waktu terjadi air bah akan sangat berbahaya bagi pengunjung karena bisa dikatakan pengunjung berada di dasar sebuah bejana dengan satu jalan keluar yang diapit oleh tebing tanah yang cukup tinggi.

Walau terletak dibagian hilir dari Curug Kawung, Curug Nangka lebih ekspresif disebut sebagai air terjun. Limpahan airnya sangat deras meskipun di musim kemarau ditambah lagi dengan lokasi-nya yang cukup tersembunyi menambahkan kesan yang lebih alami.

Selain menyajikan objek wisata berupa air terjun, di Curug Nangka banyak sekali berkeliaran kera-kera liar. Kera-kera ini terkadang cukup berani menghampiri pengunjung hanya sekedar untuk meminta/mengambil sisa-sisa makanan. Hal ini tentunya memiliki nilai tersendiri sebagai atraksi tambahan. Sayangnya pada kunjungan terakhir ke objek ini, penulis tidak menemukan satu ekor kera-pun yang mau menampakkan diri, mungkinkah disebabkan karena saat itu sepi pengunjung sehingga sedikit makanan ataukah cuaca yang cukup panas menyebabkan kera-kera tersebut lebih memilih untuk bernaung/sembunyi diantara belukar pepohonan.





Senin, 17 November 2008

Sesuatu yang Indah di Jawa Barat

Pada awal abad ke-16 orang Sunda sudah mengenal aneka jenis kesenian, Berdasarkan hasil inventarisasi Laboratorium Kesenian Proyek Penunjang Peningkatan Kebudayaan Nasional Propinsi Jawa Barat tahun 1976 dan 1981; bahwa dalam masyarakat Sunda masih dijumpai 243 jenis seni pertunjukkan tergolong tradisional yang terdiri atas 18 rumpun kesenian, yaitu angklung, beladiri, celempungan, debus, gamelan, helaran, ibing, ketuk tilu, kacapian, macakal, mawalan, ngotrek, pantun, sandiwara, terbangan, topeng, sekar dan wayang (Enoch Atmadibrata dan kawan kawan, 1981).
Semua jenis kesenian tradisional tersebut dapat diklasifikasikan atas seni suara (vokal, instrumental), seni gerak dan seni teater.
Semua jenis kesenian tersebut masih dikenal hingga sekarang, hanya materinya sudah berlainan, karena banyak materi dari zaman itu sudah punah dan muncul materi produk baru. Terjadinya hal demikian, antara lain karena fungsi seni mengalami perubahan.
hiasSeni Rupa

Seni rupa merupakan bidang seni yang paling menonjol karena sifatnya menyeluruh dan umum sekali, termasuk ke dalam seni rupa adalah :
1. Arsitektur.
Arsitektur tradisional Sunda menghasilkan bangunan yang banyak dibuat dari kayu. Ada 4 jenis bangunan yang memperlihatkan arsitektur tradisional Sunda yaitu bangunan-bangunan :
a. tempat tinggal;
b. tempat ibadah (mesjid).
c. tempat musyawarah (balai desa, pendopo kabupaten);
d. tempat menyimpan beras ( lumbung).
Dilihat dari bentuk atapnya, ada beberapa macam bentuk bangunan rumah tradisional Sunda, yaitu limasan, suhunan jolopong, dan julang ngapak. Kolong (panggung) merupakan ciri bangunan tradisional Sunda.


kedok
Seni Ukir
Seni ukir meninggalkan jejak pada bangunan, terutama keraton di Cirebon dan peralatan rumah tangga, seperti meja, kursi, hiasan dinding.
Ragam hias yang menjadi objek seni ukir umumnya berupa flora dan fauna, alam dan kaligrafi. Selain itu, wayang merupakan hasil karya ukir, baik wayang golek maupun wayang kulit.
3. Seni Lukis
Seni lukis Sunda antara lain terwujuddalam lukisan batik, lukis payung, lukis keramik/gerabah dan lukisan kaca yang mempunyai ciri mandiri.
Seni lukis batik yang menonjol dan hidup terus hingga kini berada di Garut, Tasikmalaya, Cirebon, dan Indramayu, lukisan batiknya memiliki kekhasan masing-masing.
Adapun lukisan kaca berkembang di daerah Cirebon hingga dewasa ini., objek lukisan umumnya berupa wayang, dan kaligrafi.

s_piutriSeni Tari
Ada beberapa jenis tari yang perwujudannya dipengaruhi oleh perkembangan zaman dan lokasi tempat hidupnya sehingga ada tari klasik, tari keurseus dan tari kreasi.
1. Tari Klasik
Yang termasuk ke dalam Tari Klasik adalah tari Lenyepan, tari Ponggawa, tari Gawil tarian tersebut termasuk ke dalam tarian Tayuban.
Tari klasik pada mulanya diselenggarakan oleh para bangsawan/menak pada acara hiburan, diiringi gamelan, pesinden dan ronggeng. Tarian ini hanya dibawakan oleh pria yang menggambarkan sikap jantan, luwes, tertib serta sopan sebagaimana para menak.

2. Tari Keurseus
Termasuk ke dalam Tari Keurseus adalah tari Kandagan, Topeng, Sekar Putri, Anjasmara, Ratu Graeni, Merak, Kupu-kupu, Satria, Ponggawa, Sulintang dan Srigati.

3. Tari Kreasi
Termasuk ke dalam tari kreasi diataranya berbagai tari Jaipongan, Ibing Dalung, Ronggeng Midang, Saktya Prahita, Paswa, Nyimas Gandasari dan tari-tari kreasi lainnya.
Seni Suara
Seni suara dibedakan menjadi dua yaitu : seni suara vokal dan seni suara instrumental.
1. Seni suara vokal.
Yang termasuk seni suara vokal adalah :
a. Tembang atau mamaos yang dinyanyikan oleh penembang dalam iringan musik kecapi suling, cianjuran dan celempungan;
b. Sinden yang dinyanyikan oleh pesinden dalam iringan musik kiliningan laras salendro dan pelog, laras degung, wayang golek, calung dan reog;
c. Sekar yang dinyanyikan oleh juru sekar, baik dalam anggana sekar (solo/sendirian) maupun rampak sekar (kelompok/group) dalam iringan musik laras degung;
d. Lagu-lagu pop dalam iringan musik, baik dalam pentatonis maupun diatonis

Seni Suara Instrumental.
Seni suara instrumen dalam seni Sunda disebut tatabeuhan (bunyi-bunyian), sedangkan gabungan bermacam-macam instrumen dalam satu unit tertentu yang membentuk ansambel disebut gamelan, contoh gamelan adalah ajeng, degung, goong renteng dan gamelan pelog/salendro.
Alat-alat bunyi tersebut semuanya untuk mengiringi lagu-lagu yang bernada pentatonis dan diatonis.
Nama alat-alat musik tradisional tersebut di antaranya bonang, saron, rebab, gambang, panerus, jenglong, goong, kendang, suling, kacapi, kecrek, calung, angklung, dogdog dan lain-lain.
Bahan yang dipergunakan ada yang terbuat dari logam, perunggu, bambu, kulit, kayu dan sebagainya.
Seni olah instrumen gamelan disebut juga karawitan. Seni karawitan dapat melatih kepekaan perasaan, mempertajam pendengaran adn memperhalus budi pekerti. Dalam kesenian karawitan sebagai pengiring dalam seni pedalangan, pengiring tarian, ilustrasi drama, sandiwara, film dan lain-lain.

Seni Sastera
Seni sastera ialah karya seni yang menggunakan kata-kata atau bahasa

Seni Teater
Seni teater yang di dalamnya terpadu beberapa macam seni, seperti seni vokal, musik, tari, sastra, lukis, rias, ukir.
Beberapa jenis seni teater dimaksud adalah :
Ronggeng Gunung di Ciamis;
Ubrug, topeng dan longser di Bandung;
Bangreng di Sumedang;
Banyet di Karawang.
Doger kontrak di Subang;
Selain itu masih terdapat jenis seni teater lainnya antara lain Sendra Tari, Gending Karesmen dan Sandiwara; bahkan sekarang seni teater ini sudah dikombinasikan/kolaborasikan dengan seni pertunjukan modern yang antara lain dikemas dalam bentuk opera.

Seni Wayang
Seni wayang merupakan jenis seni yang paling populer pada masyarakat Jawa Barat terutama dalam bentuk wayang golek; selain wayang golek masih terdapat seni lainnya yaitu wayang kulit, wayang cepak, wayang beber dan wayang orang.
Seni wayang dipergelarkan sejak abad ke 10. Pada jaman tersebut digubah oleh Empu Kanwa dengan judul Arjuna Wiwaha dengan yang berdasar pada babad Mahabarata.
Dalam Prasati Batu Tulis tahun 1533 disebutkan Panca Pandawa yang berarti keluarga Pandawa lima.


Ada juga yang mengatakan bahwa wayang berasal dari daerah Kuningan, yaitu dengan adanya Prasasti Parahyangan pada abad ke 16.
Ceritera wayang sendiri mengambil dari ceritera Ramayana dan Mahabarata
Ramayana :
Menceriterakan percintaan antaran Rama dan Shinta dimana walaupun Shinta sempat diculik oleh Rahwana namun karena kesetiaannya kepada Rama Shinta masih mempertahankan kehormatannya.
Mahabarata :
Menceriterakan problema dua keluarga Negara Amarta dan Astina yang merupakan satu turunan/leluhur. Tergambar pula peperangan antara kebaikan dan kebatilan yang diwakili oleh fihak Amarta disebut juga Pandawa dan fihak Astina disebut Kurawa.
Wayang golek mempunyai kekhasan sendiri. Setiap wujud atau bentuk wayang itu sendiri menggambarkan karakter yang tercermin dari seni ukir/pahat, warna, maupun pakaian yang dikenakannya.
Ada semacam ketentuan yang disebut pakem dimana pergelaran wayang golek tidak boleh pada ketentuan tersebut.
Pergelaran sendiri dibawakan oleh seorang Dalang. Namun kini ada juga permainan wayang golek yang dimainkan oleh beberapa dalang yang disebut wayang golek moderen dengan berbagai teknik efek suara, dan teknik panggung dan terciptalah suatu pergelaran yang menarik dimana penonton berimajinasi kepada suatu pergelaran yang sesungguhnya.
Pergelaran diiringi oleh gamelan yang berlaraskan salendro yang juga sebagai selingan nyanyian pesinden.
Wujud wayang golek sendiri merupakan suatu karya yang mempunyai bobot tersendiri, mulai dari awal seperti menatah, dilanjutkan dengan mengukir dan melukis serta mendandani mempunyai citra tersendiri bagi hasil karya seni.
Keunikan lain dari pergelaran wayang golek adalah dapat dinikmati dalam ruang 3 dimensi, kemahiran dalang memainkan wayang merupakan tontonan yang menakjubkan, warna, logat jenis suara dalang yang selalu berganti sesuai dengan suara wayang yang sedang dimainkannya dapat menyampaikan pesan dan kesan untuk berbagai keperluan.
Dalang lahir bukan saja karena mempelajari seni ini tetapi biasanya ditentukan oleh faktor
bakat yang besar.

Jumat, 14 November 2008

BULE AJA BISA !!!!! KO' KITA BELAJAR AJA MALES

Laporan dari Praha
Goyang Hot Bajidor Kahot Panaskan RefuFest Ceko
Eddi Santosa - detikNews

Tari Bajidor Kahot dan Topeng Cirebon di Refufest, Praha


hot para penari Bajidor Kahot mengundang standing ovation nan panjang. Pesona tarian dinamis dari Sunda ini mendorong penonton interaktif ikut goyang-goyang Pinggul.

Ditarikan oleh tiga dara cantik, Tari Bajidor Kahot mengawali pembukaan RefuFest yang digelar di Namesti Miru, Praha, Ceko, pada Jumat-Sabtu, 20-21/6/2008.

RefuFest adalah festival tahunan di Praha yang menghadirkan kesenian dari berbagai etnik. Indonesia mendapat kehormatan membuka RefuFest karena bertepatan dengan peringatan 50 Tahun Perjanjian Kebudayaan Indonesia-Ceko yang diperingati tahun ini.

Di samping Indonesia, RefuFest kali ini menurut Korfungsi Pensosbud Azis Nurwahyudi kepada detikcom, juga menghadirkan seni kebudayaan dari Myanmar, Cina, Afghanistan, Syiria, dan negara-negara Eropa Timur lainnya.

Tari Bajidor Kahot merupakan penggebrak dan penghangat acara. Selain tarian ini Indonesia juga menampilkan Tari Topeng Cirebon, Margapati, dan Gabor yang dibawakan oleh para penari dari Kintari Performance Group pimpinan Jana Vozabova bekerjasama dengan KBRI Praha.

Even Refufest ini sekaligus dimanfaatkan untuk memamerkan ragam benda tradisional termasuk perhiasan khas Indonesia yang dijual oleh para eks mahasiswa Ceko penerima beasiswa Dharmasiswa dari Deplu RI. Mereka akan menyumbangkan hasil penjualan untuk membantu pendidikan anak-anak kurang mampu di Lombok.

Promosi kebudayaan pada even Refufest 2008 ini diharapkan dapat semakin meningkatkan pengenalan kebudayaan Indonesia serta menumbuhkan sikap saling pengertian dan menghargai berbagai perbedaan yang ada dalam komunitas multikultur.
(es/es)

Selasa, 11 November 2008

Music Etnic Contemporer, From West Java, INDONESIA.

Sambasunda - Rhytmnical Of Sundanese People

http://4.bp.blogspot.com/_ZoIAtRxt31E/Ry5ZgT3iqcI/AAAAAAAAEBM/Q9P7PZ58NJM/s320/samba1_557.jpg


Tentang Sambasunda :
Kami adalah kelompok musik tradisi, kreasi, dan kontemporer yang garapan-garapannya mengakar pada seni tradisi Indonesia, berdomisili di kota Bandung. Aktivitas kami mencakup produksi rekaman, pelatihan, pertunjukan serta konservasi musik tradisi. Memang, ruang lingkup aktivitas kami lebih banyak menampilkan karya musikal. Namun tidak hanya itu, kami sering pula melibatkan garapan-garapan seni pertunjukan lain, seperti tari dan teater.

Nama Sambasunda mulai diperkenalkan pada tahun 1998. Semuanya berawal dari awal 1990 dengan nama berdirinya "PRAWA". Kemudian pada tahun 1997 nama "PRAWA" ini diganti menjadi CBMW. Nama ini terus dipakai hingga beberapa saat setelah diluncurkanya album perdana yang bertema "Rhytmical in Sundanese People". Sejak dalam album itu terdapat sebuah lagu yang berjudul Sambasunda, kami merasa cocok dengan kata itu sehingga sampai saat ini nama Sambasunda terus dipakai sebagai identitas.

Latar belakang para awak Sambasunda sangat mempengaruhi seluruh orientasi garapan. Kemampuan kesenimanannya tidak hanya dilatarbelakangi pendidikan tradisi, tapi juga ditunjang oleh pendidikan akademis di beberapa Perguruan Tinggi Seni di Indonesia.

Sambasunda telah beberapa kali tampil dalam berbagai event dalam dan luar negeri, diantaranya tercatat sebagai Best Performance pada Multi Cultural Of Asian Music Festival di Colombo Sri Lanka pada tahun 1999. Menjelang pergantian tahun 2000-2001 ini, di samping telah melakukan berbagai kegiatan pentas di dalam dan luar negeri, kami pun telah menghasilkan dua album baru yang berjudul "Takbir dan Shalawat" serta "Magic Skin Of Drums".

Program kami pada tahun ini, selain akan membuat album-album baru juga saat ini kami sedang dalam proses persiapan untuk tour keliling kota-kota di pulau Jawa. Masih di tahun ini, kami juga merencanakan akan bertandang ke beberapa negara seperti Malaysia, Jerman, Belanda serta Amerika Serikat.

Tentang konteks Sambasunda
Sebagian banyak orang mempersepsikan bahwa nama Sambasunda lebih identik dengan musik latin. Kata Sambasunda lebih dipopulerkan dengan sebutan 'Samba', kini kemudian timbul pertanyaan dengan gandengan kata 'Samba' dan 'Sunda'.

Sebenarnya nama Sambasunda diambil dari akronim 'Samba' dan 'Sunda'. Samba dalam ruang lingkup budaya Cirebon mempunyai pengertian remaja yang sedang menuju masa 'puber'. Sedangkan nama 'Sunda' diambil dari nama 'wilayah etnis' yang terdapat di pulau Jawa, tepatnya di wilayah Jawa Barat. Jadi hakikat Sambasunda diartikan sebagai generasi muda yang penuh semangat moril dalam mengembangkan nilai luhur seni budaya Indonesia. Kemudian dalam salah satu repertoar yang tergabung dalam album "Rhytmical in Sundanese People", nama Sambasunda kami hadirkan dalam bentuk repertoar lagu.

Dalam proses perjalanan musikalnya, kami telah semakin mantap dalam konsep-konsep kolaborasi. Ini banyak terjadi tatkala lontaran album-album baru kami banyak mencerminkan perpaduan instrumen musik dari berbagai etnis yang berbeda, seperti Bali, Sumatra, India, Africa, Finlandia, dan lain-lain, pendeknya kami sedang berupaya menuju suatu orientasi musik yang sedang populer saat ini dengan istilah "World Music".

Playlist files:
1. Sambasunda - Sambasunda (5:13)
2. Sambasunda - Munding Dorakala (5:47)
3. Sambasunda - Tamaburo (8:40)
4. Sambasunda - Lost Two Tigers (6:43)
5. Sambasunda - Berekis (4:20)
6. Sambasunda - Babah Ngawih (4:06)
7. Sambasunda - Kaligata Goragarago (13:03)
8. Sambasunda - Dikantun Tugas (5:42)
9. Sambasunda - Sumimaula (6:11)
http://rapidshare.com/files/134863278/samba_sunda_maspie.rar

Sambasunda - Seventh Sense

http://4.bp.blogspot.com/_ZoIAtRxt31E/R0NxOuj0Q0I/AAAAAAAAEU4/jUsQcBYToxk/s320/folderK12.jpg


Playlist files:

1. Sambasunda - Tongtolang (5:10)
2. Sambasunda - Mande La Ondeh (5:41)
3. Sambasunda - Campur Sare (6:33)
4. Sambasunda - I'm So Sure (7:12)
5. Sambasunda - Song For Kuwu (5:41)
6. Sambasunda - The Circle Of Love (7:46)
7. Sambasunda - The Miracle Of Fingers (3:55)
8. Sambasunda - Anthem (6:34)
9. Sambasunda - Sweet Dancing (5:51)
10. Samabasunda - Seventh Sense (6:37)
http://rapidshare.com/files/134863279/sambasunda_-_seventh_sense_maspie.rar




SAMBA SUNDA MENGGOYANG QUEEN ELIZABETH HALL LONDON

London 19/7 (ANTARA) - Kelompok musik Samba Sunda menggoyang Queen Elizabeth Hall di South Bank London dalam penampilan mereka Rabu malam yang dihadiri Duta Besar Indonesia Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia DR Marty M Natalegawa beserta istrinya, Sranya Natalegawa.

Dengan tembang penutup lagu "Jali-jali" yang dinyanyikan vokalis Samba Sunda Rita Tila, penonton yang duduk di kursi bagian depan pun ikut bergoyang termasuk Dubes Marty , pada penampilan Samba Sunda di Rhythm Sticks International Drum and Percussion Festival yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 23 Juli di Queen Elizabeth Hall.

"Saya senang bisa tampil di Queen Elizabeth Hall," ujar pimpinan rombongan Samba Sunda Ismet Ruchimat ditemui usai pertunjukan. Untuk itu kelompok musik yang disebutnya sebagai musik kontemporer yang garapannya mengakar pada seni tradisional Indonesia khususnya Jawa Barat, harus menunggu selama lima tahun.

Dikatakannya ,suatu kebanggaan musik tradisional Indonesia bisa tampil di gedung yang sangat megah dimana sering manggung kelompok musik internasional.
"Kami tidak saja membawa nama Samba Sunda tetapi nama Indonesia," ujar kang Imet, demikian Ismet Ruchimat biasa disapa dikalangan musisi Samba Sunda.

Menurut Ismet, Samba Sunda adalah kelompok musik tradisional yang beraliran kontemporer karena selain memainkan alat musik gamelan, gendang, suling, kecapi, angklung dan gong, musisi Samba Sunda juga alat musik biola, gitar dan bahkan musik sintesaiser.

Sejak bulan Juni lalu, kelompok Samba Sunda mengadakan lawatan ke beberapa negara di Eropa seperti Italia, Belanda pada Pasar Malam, Olso, Saint Florent, Perancis, Jerman dan Austria. Sementara untuk penampilannya di Kerajaan Inggris, kelompok musik itu mengikuti berbagai festival diantaranya Bath Festival, Salisbury Festival, Streatham Festival dan Lamer Tree Festival.

Samba Sunda mulai dikenal tahun 1998, awalnya kelompok musik itu bernama "PRAWA", Kemudian pada tahun 1997 nama "PRAWA" diganti menjadi CBMW. Nama ini terus dipakai hingga beberapa saat setelah diluncurkanya album perdana yang bertema "Rhytmical in Sundanese People".

"Dalam album itu, terdapat sebuah lagu yang berjudul Sambasunda. Kami merasa cocok dengan kata itu sehingga sampai saat ini nama Sambasunda terus dipakai sebagai identitas, "ujar Kang Imet.

Menurut Kang Imet, Sambasunda yang berdomisili di kota Bandung selain mengelar pertunjukan di berbagai negara juga memiliki berbagai aktivitas seperti memproduksi rekaman, pelatihan, pertunjukan serta konservasi musik tradisi.
Ruang lingkup aktivitas tidak hanya menampilkan karya musik tetapi juga seni pertunjukan lain, seperti tari dan teater.

Seperti pada penampilan Rabu malam dihadapan sekitar 300 penonton, Sambasunda memadukan berbagai alat musik baik tradisional dan modern dengan menampilkan beberapa lagu dari album terbaru Rahwana's Cry diantaranya Bubuka yang berarti The Opening, Kahayang, Dadalati, Tarakakino dan Magic Skin dan Sweet Talking. Bahkan vokalis Rita Tila juga mair bergoyang dan berjaipongan

World Music

Dalam perjalanan musik SambaSunda semakin mantap dengan konsep-konsep kolaborasi. "Album-album baru kami banyak mencerminkan perpaduan instrumen musik dari berbagai etnis yang berbeda, seperti Bali, Sumatra, India, Afrika, Finlandia, dan lain-lain, kami berupaya menuju suatu orientasi musik yang sedang populer saat ini dengan istilah "World Music"," demikian Ismet Ruchimat.

Kehadiran SambaSunda tidak lepas dari peranan KAPA Production yang mensponsori perjalanan musisi Jawa Barat ini di beberapa negara di Eropa. Tidak saja musisi Indonesia Kapa Production juga mensponsori musisi dari India, Selandia Baru, Syria, Mali dan Argentina.

Menurut Ismet, kemampuan awak SambaSunda tidak hanya dilatarbelakangi pendidikan tradisi, tapi mereka juga ditunjang dengan pendidikan akademis di beberapa perguruan tinggi seni di Indonesia, bahkan diantaranya ada yang menjadi staf pengajar.

Sambasunda beberapa kali tampil dalam berbagai acara dalam negeri dan luar negeri, yang di antaranya tercatat sebagai Best Performance pada Multi Cultural Of Asian Music Festival di Colombo Sri Lanka pada tahun 1999.

Menjelang pergantian tahun 2000-2001 i selain pentas di dalam dan luar negeri, kelompok Samba Sunda menghasilkan dua album yang berjudul Takbir dan Shalawat serta Magic Skin of Drums.

Banyak orang mempersepsikan nama Sambasunda identik dengan musik latin, karena Sambasunda lebih populer dengan sebutan 'Samba'. Sebenarnya nama Sambasunda diambil dari akronim 'Samba' dan 'Sunda'. Samba dalam ruang lingkup budaya Cirebon mempunyai pengertian remaja yang sedang 'puber'. Sedangkan nama 'Sunda' diambil dari nama 'wilayah etnis' yang terdapat di pulau Jawa, tepatnya di wilayah Jawa Barat.

"Sambasunda diartikan sebagai generasi muda yang penuh semangat moril dalam mengembangkan nilai luhur seni budaya Indonesia. Dalam salah satu repertoar yang tergabung dalam album "Rhytmical in Sundanese People", nama Sambasunda kami hadirkan dalam bentuk repertoar lagu, demikian Ismet Ruchimat.
(U.ZG/ B/A011)

KONSER AMAL EUROPEAN CAMERATA UNTUK SEKOLAH MUSIK YOGYA

London (ANTARA) - European Camerata Orkestra mengelar konser amal untuk membantu membangun gedung sekolah ISI Yogyakarta yang hancur akibat gempa bumi yang diadakan di Jerwood Hall, LSO St Luke's London, Selasa malam dengan bintang tamu soprano Indonesia Binu D Sukaman.

Dalam konser amal para musisi muda Eropa itu hadir Dutabesar Indonesia Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Inggris dan Republik Irlandia DR M Marty Natalegawa beserta Sranya dan The Lors Mayor of the City of London The Rt Hon Alderman David Brewer serta Kepala British Council untuk Indonesia Professor Mike Hardy OBE juga diisi oleh pemusik Perancis yang memainkan alat musik Arpegina Jean Paul Minali-Bella.

Para musisi muda yang tergabung dalam Eurupean Camerata pada saat kejadian gempa bumi yang terjadi di Yogyakarta tengah melakukan konser di Keraton Sultan Jogyakarta dan bahkan mereka sempat menyaksikan terbitnya matahari di Candi Borobudur.
Laurent Quenelle pimpinan European Camerata mengatakan bahwa konser amal yang mereka lakukan saat ini didedikasikan untuk para korban gempa dan juga hasilnya akan digunakan untuk membangun gedung ISI yang hancur akibat gempa serta membeli peralatan musik yang rusak berat.
Konser amal yang diselenggarakan kerjasama British Council dan Standard Chartered Bank memiliki arti yang sangat mendalam bagi para musisi muda yang tergabung dalam European Camerata menampilkan karya W.A Mozart Divertimento (KV137) , Lafolia dari Nicholas Bachri dan Simple Symphony dari Benyamin Britten.
Sementara itu Soprano Indonesia Binu D Sukaman dengan suaranya yang melengking melantumkan karya W.A Mozart yang berjudul Exsultate Jubilate yang mendapat sambutan dari sekitar 300 pengemar musik klasik.
"Saya senang bisa ikut membantu menyumbangkan suara dalam konser amal ini," ujar ibu dua anak yang berangkat remaja dan sering mentar di beberapa negara Eropa memperlihatkan kobolehannya dalam menyanyikan lagu klasik karya-karya dari Mozart.
Binu D Sukaman yang juga banyak melakukan resital di beberapa kota di Indonesia dan mendapat bimbingan dari Pranajaya dan Sari Indrawati, Chatarina Leimena dan Lee ALison Sibley itu merupakan sedikit musisi muda yang terjun ke musik klasik khususnya soprano.
Sementara itu Professor Mike Hardy OBE dari British Council Indonesia yang tengah berlibur di Inggris mengakui bahwa konser amal ini merupakan ekspresi pribadi para musisi muda Eropa yang pada saat terjadinya gempa menyaksikan langsung kejadian yang amat menyedihkan itu.
Sebelumnya The European Camerata juga memberikan pelatihan kepada para musisi di ISI Yogyakarta dalam lawatan mereka ketiga kota di Indonesia. Selain mengelar konser amal mereka juga tengah merekam karya Benjamin Britten pada musim panas ini di Centre Culture Eurupeen de St Jean d'Angely yang menjadi markas mereka di Perancis yang hasilnya penjualannya juga akan disumbangkan untuk membantu membangun sekolah musik di Yogyakarta. (ZG)



SAMBASUNDA PERFORMING ART (EUROPE CONSER)

"THE LEGEND" Asep Sunandar. sunarya

Indonesian Wayang Golek puppet Artists -  Asep Sunarya and Giri Harja III

Asep Surnarya : This is the great Dalang himself. Asep has had one of the greatest influences in the modern state of the Wayang Golek. Asep has been responsible for bringing back the popularity. He has incorporated modern influences with clowns that stick out there tongues and heads that explode. while he has kept many of the old traditions alive he has also brought in his own special sense of entertainment. He has made the performances entertaining as well as educational. You may find out more about Asep from Mimi Herberts book "Voices of the Puppet Master" . This book may be ordered through Amazon. You may also watch his son perform on the DVD we offer for sale in our 'Main Store'

Here Asep, myself and Dadan enjoying some relaxed time in Asep's house. This Misma is a stunning piece that Asep has used in a number of his performances. Asep likes to get into the character he is playing and has made many changes to the details on his puppet. If you ever get a chance to obtain one of the rare puppets that Asep carves himself do so!! He has a number of favorites and they are the finest puppets I have ever seen. they come to life when he works his magic with them. Each puppet must be used in a manner to be consistent with with the carvings and character. Asep is also an excellent host with a great sense of humor.

Indonesian Wayang Golek puppet Artists -  Asep Sunarya and Giri Harja III

Carvers with the rough puppet forms.

There are different artists for each type of Wayang Golek puppet. They come from the local villages and work during the week then return home to the family on the weekends. Big Knife!!! The artists will often stay at the home of Barnas and his wife while they work on the Wayang Golek Puppets.

Indonesian Wayang Golek puppet Artists -  Asep Sunarya and Giri Harja III

Unfinished heads ready for painting.


Painters sitting on the floor painting the Wayang Golek puppets.

Indonesian Wayang Golek puppet Artists -  Asep Sunarya and Giri Harja III

Dancers with most of the faces painted ready for the dress and beads.




KIND OF
WAYANG GOLEK
Anoman




Arjuna




Bambang Kaca




Batara Bayu




Batara Guru




Batara Kresna




Batara Rama




Bima




Cepot




Gatotkaca




Kumbakarna




Prahasta




Rahwana




Rama Bergawa




Semar




Yudistira